Satu Langkah - Ep. 01
Setelah pertemuan pertama aku dengan siswa SMA tersebut, aku sadar banget kalau aku emang gak bisa hahaha. Tapi bukan berarti aku langsung berhenti. Aku berusaha mencari cara buat gak takut sok asik sama orang. Aku sangat berterimakasih dengan sambutan hangat dari semua guru yang ada di SMA tersebut, terutama Sensei yang setelah pertemuan pertama itu langsung ngasih aku sedikit nasehat biar aku lebih percaya diri lagi ke depannya.
Pertemuan kedua, aku bisa bilang lebih lancar dari sebelumnya. Beberapa hari sebelum pertemuan kedua, aku menyiapkan materi serta properti yang akan aku berikan dan gunakan nanti. Sebelumnya, aku memberitahu lebih dulu tentang apa yang mau aku lakukan untuk pertemuan kedua nanti. Sensei langsung setuju dan saat itu lah entah mengapa rasanya ada energi tambahan.
Hari eksekusi pun dimulai, tentu saja aku merasa gugup. Tapi rupanya kegugupanku tersebut perlahan menghilang. Aku rasa hari itu adalah hari dimana aku merasa sukses walaupun bukan hal besar. Namun hal tersebut membuat aku sadar bahwa hal yang aku takuti masih bisa dilawan sedikit demi sedikit.
Pada pertemuan ketiga dan seterusnya, aku sudah punya partner mengajar. Dia adik tingkat, namanya Agnes. Setelah punya partner seumuran, jujur aku ngerasa jauh lebih enjoy dan bisa explore banyak hal. Tanpa sadar aku jadi punya rasa excited sendiri setiap brainstorming materi dan kegiatan ekskul tersebut.
Memulai dari mengajar ekskul, aku lanjut mengajar pendidikan formalnya. Tentu saja kedua hal tersebut bener-bener berbeda. Ada banyak hal yang harus aku siapkan sebagai guru di pendidikan formal. Mulai dari dokumen administrasi guru, projek, tugas, ulangan, dan lain sebagainya. Tapi aku bisa survive dan I'm proud of myself hingga saat ini.
Aku tau semua pekerjaan itu punya kesulitannya masing-masing. Jadi, tanpa saling menjatuhkan, lebih baik kita cukup mendengarkan aja keluh kesah seseorang tentang pekerjaannya. Gak perlu dibanding-bandingin siapa yang lebih berat, cukup dengerin.
Sekian episode Satu Langkah kali ini. Oh iya sebenernya draft ini tuh udah numpuk lama loh, cuma aku masih belum ada keberanian aja buat publishnya. So enjoy~
Komentar
Posting Komentar